02 Asian Paragames

Meraih Bintang Bersama Para Inspirasi

Jakarta - Perhelatan Asian Para Games 2018 membuka mata kita betapa kekuatan dan semangat bisa mengalahkan kekurangan yang dimiliki. Ya, pesan ini tampak jelas saat Opening Ceremony, Sabtu (06/10) di Gelora Bung Karno, Senayan. Salah satu momennya ketika Presiden Joko Widodo, ditemani seorang anak difabel bernama Bulan, melesakkan anak panah. Runtuhlah huruf D, I, dan S dalam kata "DISABILITY" raksasa. Hingga menjadi kata “ABILITY” yang artinya kemampuan.

Makna “ABILITY” ini terlihat jelas dari cabang-cabang olahraga yang dipertandingkan. Tengok saja, bagaimana hebatnya #ParaInspirasi di cabang Para Swimming. Saat t

im menyambangi Gelora Bung Karno Aquatic Centre, Senayan pada Minggu (07/10). Perenang andalan Indonesia, Syuci bersaing ketat dengan perenang asal China Cheong Sui Kei di nomor gaya bebas 200 meter. Bahkan, di nomor 200 meter putra, beberapa perenang mengalami cacat fisik. Tanpa dikomando, riuh tepuk tangan membahana menyemangati para atlet difabel tersebut. Luar biasa, mereka menyelesaikan perlombaan hingga garis finish.

Bergeser ke Gedung Bola Basket GBK, cabang Wheelchair Basketball digelar. Tim putra Indonesia tengah bertanding melawan tim Iran. Meski menggunakan kursi roda, #ParaInspirasi beraksi layaknya sang legenda NBA, Michael Jordan. Merebut bola, dribble bola melewati lawan, melakukan rebound, bahkan menembak three point. Luar biasa !! Seolah lupa dengan kondisi fisiknya, serangan demi serangan dilakukan dengan cepat. Tak jarang para pemain bertubrukan dan terjatuh. Namun, para relawan dengan sigap membantu. Bahkan, tim lawan selalu membantu ketika pemain ada yang terjungkal dari kursi roda. Suatu tindakan sportif yang langsung diapresiasi penonton yang memadati arena.

Animo penonton dalam menyaksikan Asian Para Games juga begitu tinggi. Bangku-bangku penonton lumayan terisi. Beberapa bahkan membawa putra dan putrinya. Tentunya banyak nilai-nilai moral dari #ParaInspirasi yang bisa disuntikkan kepada generasi muda. ”Lihat dek, dia bangun sendiri tuh. Adek juga harus begitu ya. Jangan mudah menyerah,” celetuk seorang Ibu yang duduk di sebelah tim redaksi saat melihat pemain Wheelchair Basketball Indonesia terjatuh bertubrukan dengan pemain Iran.

Penyandang disabilitas, bukan berarti tidak bisa beprestasi. Jika dibina dengan serius, bukan tidak mungkin anak-anak berkebutuhan khusus yang ada di sekolah-sekolah bisa menjadi atlet berprestasi yang mengharumkan nama bangsa di kancah internasional. Contohnya adalah Atlet angkat berat Indonesia, Ni Nengah Widiasih. Meski memakai kursi roda, perempuan asal Bali ini menyabet medali Perak di kelas 41 kilogram.

Bisa #sahabatluarbiasa bayangkan bukan, bagaimana hebatnya para atlet-atlet kita. Menggunakan kursi roda, mereka mampu mengangkat barbel. Mampu berenang dengan cepat, bermain basket, bermain voli, memanah dengan akurat. Dan banyak lagi cabang-cabang olahraga yang dimainkan.

PPPPTK TK dan PLB Bandung selaku unit pelaksana teknis di bawah Kementerian Pendidikan memiliki rasa tanggungjawab akan perkembangan pendidikan luar biasa di Indonesia. Melalui even Asian Para Games 2018 kali ini, kami mengajak para guru-guru PLB untuk terus bersama meningkatkan kualitas layanan pendidikan. Janganlah ragu untuk terus membaktikan diri. Mari ikut menjadi bagian dari #ParaInspirasi. Bahwa semangat dan energi akan membawa kita pada satu titik. Meraih bintang.

Tim liputan: Adhi Arsandi

Juru Foto: Hadirman

03

04