ToT Guna Memperoleh "SIM"

b2ap3 large tot1b2ap3 large tot2Sebagai Lembaga Penyelenggara Diklat (LPD) Pengutatan Kepala Sekolah (KS), PPPPTK TK dan PLB kembali menggelar Training of Trainers (ToT) angkatan ke 2. Masih bertempat di kawasan Lembang nan sejuk, tepatnya di Hotel Peseona Bamboe, peserta ToT dilatih untuk menjadi Fasilitator pada Diklat Penguatan KS.

"Saya yakin yang hadir di sini pasti berpengalaman menjadi Pengawas. Ya, boleh-boleh saja. Tapi itu tidak cukup," ujar Kepala Bidang Program PPPPTK TK dan PLB, Bapak Agus Mulyadi saat membuka kegiatan pada Jumat (19/07).

Bahkan pebalap profesional pun, ketika berkendara di jalan itu harus punya SIM. "Kalau tidak punya, ya ditilang," ujar Pak Kabid. Nah, ToT ini pun demikian. Agar bapak ibu punya "SIM" untuk mengajar KS ke depannya," tambahnya

Dalam pelatihan Penguatan Kepala Sekolah, syarat untuk bisa menjadi pengajar atau fasilitator adalah terdata pada Aplikasi SIM Tendik. Nah, ToT selama delapan hari ini nantinya akan mendata peserta pada database SIM.

"Syarat agar bapak ibu bisa terlibar dalam Diklat KS nanti, yakni bapak ibu harus tercatat di dalam sistem tendik. Kalau suddah ada, LPD manapun bisa dan boleh mengakses untuk memakai bapak ibu sebagai pengajar nantinya," terang Pak Kabid

Untuk itu peserta diharapkan untuk mengikuti dengan antusias. Dengan menjadikan ToT sebagai charger atau penambah daya dan ajang diskusi serta berbagi pengalaman dengan rekan pengawas lain.

Lebih lanjut Pak Kabid memaparkan bahwa ada 17 ribu KS di Jawa Barat yang akan dikuatkan. "Kami sudah menganalisa dan memetakan bahwa ada 17 ribuan KS baik negeri maupun swasta di Jabar yg akan dilatih. Data itu ada di simtendik," terangnya.

Lantas, bagaimana nengeksekusinya?
Yakni melalui LPD (Lembaga Penyelenggara Diklat) yang ada di Jawa Barat. Salah satunya adalah PPPPTK TK dan PLB. Dalam menjalankan program Penguatan KS, tentu LPD yang ditunjuk akan memerlukan instruktur. Siapa?

"Ya bapak ibu sekalian," pungkas Pak Kabid. (*)