Webinar Internasional “Promoting Positive Behavior in Children With Disabilities”

Bandung, Kamis (9/7) Seminar Internasional bertajuk “Promoting Positive Behavior in Children with Disabilities” digelar melalui webinar (web seminar), dan disiarkan langsung melalui saluran youtube sumber belajar PPPPTK TK dan PLB. Nara sumber seminar ini adalah Dr. Cathy Little pengajar senior untuk Pendidikan Khusus di University of Sydney dan Dede Supriyanto, M.Ed., Widyaiswara Departemen Pendidikan Luar Biasa PPPPTK TK dan PLB. Bertindak sebagai moderator sekaligus penerjemah bagi materi dari Dr. Cathy adalah Toufani Lesmana, M.Ed., Widyaiswara Departemen Taman Kanak-Kanak PPPPTK TK dan PLB.

Kepala PPPPTK TK dan PLB dalam sambutannya di pembukaan menyampaikan bahwa anak-anak terlahir dengan keunikan masing-masing. Guru, sekolah, dan lingkungan yang kemudian membentuk anak-anak tersebut sesuai kodratnya. “Pendidikan itu hanya bisa menuntun, tetapi tidak bisa mengubah kodrat dan iradat seorang anak. Namun faedahnya bagi hidup tumbuhnya anak sangat besar,” jelas beliau. Bapak Abu Khaer juga mengingatkan bahwa teknologi juga sangat penting dalam proses pendidikan sebagai pemberdaya inovasi. Tidak dapat dipungkiri bahwa kemajuan teknologi yang sangat pesat juga sangat mendukung proses pendidikan di Indonesia. Ia juga menyampaikan perlunya mengakomodir ABK (Anak Berkebutuhan Khusus) di lingkungan kerja. “Kami di PPPPTK TK dan PLB, berusaha memenuhi standar minimal untuk menjadikan lingkungan kerja yang inklusif,”paparnya.

Dr. Cathy Little dalam paparannya menyampaikan dua hal yaitu bagaimana memahami pribadi yang menantang (perilaku challenging) dan strategi untuk mengelola perilaku challenging. Ia mengungkapkan bahwa seringkali anak-anak berbuat di luar dugaan karena ingin menarik perhatian. Bahkan sampai kepada perilaku menyakiti diri sendiri atau mengganggu orang lain. Untuk menangani berbagai perilaku challenging ini harus melibatkan semua unsur yang ada di sekeliling anak. Di sekolah misalnya, selain guru kelas, guru sekolah, maka staf di sekolah, teman-temannya, dan lingkungan di sekitar sekolah juga harus mendukung untuk pembentukan perilaku positif anak.

Paparan Dede menjelaskan kemungkinan anak tidak berperilaku positif adalah karena ia tidak mampu mengkomunikasikan keinginannya. Untuk itu kemampuan komunikasi anak (dengan disablitas) perlu dikembangkan. Anak juga perlu melakukan sosialisasi supaya kemampuan berkomunikasinya bertambah. Selanjutnya Dede juga menyampaikan bahwa seorang anak harus mampu memahami instruksi supaya ia bisa berkomunikasi dengan baik. “Tidak ada anak yang berlaku baik terus menerus. Mereka belajar dan berkembang dengan berbagai cara,” Dede mengingatkan sambil mengutip pendapat dari Community Childcare Victoria.

Seluruh peserta yang berjumlah 450-an peserta zoom meeting dan pemirsa youtube (108-an) yang berasal dari berbagai daerah dan pelosok negeri merasa sangat puas dengan paparan pemateri dan moderator. Banyak pertanyaan yang diajukan kepada kedua nara sumber terkait dengan kasus yang dihadapi peserta dalam dunia pendidikan sehari-hari. Webinar Internasional kali ini juga tampil berbeda dengan adanya juru bahasa isyarat Ibu Uci dan Bapak Fajrus yang mendampingi sepanjang kegiatan berlangsung. Bedanya lagi, peserta pemirsa saluran youtube juga bisa mendapatkan sertifikat kegiatan dengan memenuhi beberapa persyaratan yang ditetapkan PPPPTK TK dan PLB. Terobosan dan inovasi yang dilakukan PPPPTK TK dan PLB adalah dalam rangka meningkatkan pelayanan kepada para guru dan tenaga kependidikan di Indonesia, khususnya guru TK dan PLB. Hal ini sesuai moto PPPPTK TK dan PLB, “Mengabdi Tiada Henti, Melayani dengan Hati”. (JMN)